Breaking News

Konferensi XXIII PGRI Aceh Tenggara Resmi Dibuka, Sekda Tekankan Peran Guru sebagai Pilar Pembangunan dan Penjaga Integritas

KUTACANE – informasipublik.co.id Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tenggara, Yusrizal, secara resmi membuka Konferensi Kabupaten XXIII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh Tenggara. Kegiatan yang menjadi momentum strategis bagi para pendidik ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan, Minggu (19/4/2026).


Konferensi tersebut bertujuan merumuskan arah kebijakan dan program kerja organisasi untuk lima tahun ke depan, sekaligus menjadi wadah konsolidasi bagi seluruh pengurus dan anggota PGRI di Bumi Metuah.


Turut hadir dalam kegiatan ini unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Aceh Tenggara, Dandim 0108/Agara, perwakilan Kejaksaan Negeri, serta pengurus PGRI Provinsi Aceh dan Kabupaten Aceh Tenggara, beserta para kepala sekolah.


Guru sebagai Pilar Utama Pembangunan

Dalam sambutannya, Sekda Yusrizal menegaskan bahwa guru merupakan elemen vital dalam pembangunan bangsa yang harus mengedepankan integritas dan profesionalisme.


“Kesuksesan pembangunan pendidikan di Aceh Tenggara tidak terlepas dari dedikasi PGRI yang terus berjuang bahu-membahu demi kemajuan daerah,” ujarnya.


Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, literasi digital di sekolah tidak boleh hanya dipandang sebagai mata pelajaran teknis seperti kecerdasan buatan (AI) atau pemrograman (coding).


“Literasi digital harus terintegrasi ke dalam seluruh mata pelajaran. Pemanfaatan teknologi perlu menjadi bagian dari keseharian peserta didik, namun tetap mengedepankan nilai moral, empati, dan kolaborasi sebagai bekal kehidupan mereka,” tegasnya.


Sinergi dan Peningkatan Kompetensi

Ketua PGRI Provinsi Aceh, Al Munzir, menyampaikan harapannya agar konferensi ini menghasilkan kepengurusan periode 2026–2031 yang solid dan mampu menjawab tantangan pendidikan.


Ia menekankan bahwa peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru masih menjadi tantangan utama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.


“Peran PGRI sangat krusial dalam meningkatkan kompetensi guru. Kami berharap sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terus diperkuat untuk menghadapi tantangan pendidikan ke depan,” ungkapnya.


Komitmen Mengawal Aspirasi Guru

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Aceh Tenggara, Zulkifli, menegaskan komitmen organisasi sebagai jembatan aspirasi para guru.

“Kami terus menyerap usulan dari akar rumput secara bertahap. Harapannya, ketua terpilih nantinya mampu meningkatkan kinerja organisasi dan memastikan aspirasi guru tersalurkan demi kemajuan pendidikan di Aceh Tenggara,” tuturnya.

Adapun agenda utama Konferensi XXIII ini meliputi pemilihan ketua dan jajaran pengurus baru masa bakti 2026–2031, serta penetapan program kerja prioritas untuk satu periode mendatang.


Penulis : Ramadan

© Copyright 2022 - informasipublik.co.id