KUTACANE – informasipublik.co.id Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tenggara menjadi sorotan publik. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tipikor secara resmi meminta Kapolres Aceh Tenggara untuk segera mengambil langkah tegas terkait dugaan penyimpangan anggaran dalam sejumlah kegiatan pada Tahun Anggaran 2024–2025.
Kepada media Informasi Publik, Ramadan sebagai perwakilan Aceh. LSM Tipikor, Jupri Yadi R., menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantongi data puluhan paket kegiatan yang diduga bermasalah.
Ia mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan penyelidikan guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Bumi Sepakat Segenap.
“Kami meminta Kapolres Aceh Tenggara segera memproses temuan ini sesuai aturan yang berlaku.
Jangan sampai publik meragukan kredibilitas aparat penegak hukum. Dari total kegiatan di Dinas Kesehatan, ada sekitar 20 poin krusial yang kami soroti karena terindikasi adanya penyalahgunaan anggaran,” tegas Jupri Yadi.
Daftar Temuan Dugaan Penyimpangan Anggaran Dinkes Aceh Tenggara (2024–2025)
Berdasarkan data yang dihimpun LSM Tipikor dan dilaporkan melalui wartawan Ramadan S., berikut sejumlah paket kegiatan yang diduga berpotensi merugikan keuangan negara:
Pengadaan Pusling Puskesmas (Kewajiban 2024) – Rp6.708.350.000 – E-Purchasing – APBD
Belanja Obat dan BMHP – Rp5.663.392.000 – E-Purchasing – APBD
Pengadaan Mobil Ambulans Pusling – Rp1.400.000.000 – E-Purchasing – APBD
Pengadaan Pusling Roda Empat Puskesmas – Rp1.220.000.000 – E-Purchasing – APBD
Pengadaan PMT Balita dan Ibu Hamil (2024) – Rp655.813.000 – E-Purchasing – APBD
Belanja Modal Alat Kesehatan Umum (2024) – Rp539.117.300 – E-Purchasing – APBD
Rehabilitasi Poskesdes Rantodior – Rp500.000.000 – Tender – APBD
Rehabilitasi Puskesmas Mamas – Rp500.000.000 – Tender – APBD
Pengadaan Dental Unit – Rp500.000.000 – E-Purchasing – APBD
Pengadaan PMT Susu Balita – Rp447.129.000 – E-Purchasing – APBD
Rehabilitasi Gedung Dinas Kesehatan – Rp300.000.000 – Tender – APBD
Rehabilitasi Poskesdes Bun-Bun Indah – Rp300.000.000 – Tender – APBD
Pengadaan PMT Susu Balita Miskin (2024) – Rp198.544.500 – E-Purchasing – APBD
Pemasangan Paving Block Puskesmas Naga Timbul – Rp150.000.000 – Pengadaan Langsung – APBD
Rehabilitasi Pustu (Kuning, Kubu, Sempilang, Darul Aman) – @Rp150.000.000 – Pengadaan Langsung – APBD
Pengadaan Mobiler Gedung PSC 119 – Rp139.670.000 –
Pengadaan Langsung – APBD
Belanja BBM dan Pelumas – Rp134.894.000 –
Pengadaan Langsung – APBD
Pengadaan PMT Biskuit Balita Miskin (2024) – Rp125.993.374 – E-Purchasing – APBD
Pemasangan Instalasi Air Puskesmas Leuser – Rp72.300.000 – Pengadaan Langsung – APBD
Pengadaan Vitamin Balita Miskin (2024) – Rp69.297.522 – E-Purchasing – APBD
Catatan: Selain daftar di atas, masih terdapat belasan item pengadaan lain seperti ATK, buku, serta pemeliharaan rutin yang juga masuk dalam daftar audit LSM Tipikor.
LSM Tipikor menegaskan bahwa transparansi dalam pengelolaan anggaran di sektor kesehatan sangat penting, mengingat program-program tersebut berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat.
Jupri Yadi.R juga menyoroti pola swakelola dan pengadaan langsung pada sejumlah proyek fisik yang dinilai perlu ditelusuri lebih jauh oleh aparat penegak hukum.
“Masyarakat menunggu langkah nyata. Jika memang ditemukan penyalahgunaan anggaran, tidak ada alasan bagi aparat penegak hukum untuk menunda proses hukum,” pungkasnya.
Penulis: Ramadan



Social Header