Jabar, informasipublik.co.id 23 Februari 2026. Dalam suasana duka yang mendalam atas meninggalnya Nizam Safei, bocah berusia 12 tahun di Sukabumi, Jawa Barat, sejumlah fakta mengejutkan telah terungkap ke publik. Melalui kuasa hukumnya, Mira Widyawati, Lisna, ibu kandung almarhum, meluruskan berbagai informasi yang tidak akurat dan telah beredar luas belakangan ini.
Dalam wawancara eksklusif dengan Berita saptu Siang Live pada Minggu, 22 Februari 2026, Mira Widyawati menegaskan bahwa banyak informasi palsu yang beredar terkait ibu kandung Nizam Safei, termasuk narasi yang diduga sengaja ditanamkan kepada sang anak selama bertahun-tahun. Mira Widyawati menekankan bahwa kehadiran kliennya di pemakaman Nizam merupakan bukti nyata bahwa sang ibu masih hidup dan terus meratapi kepergian putranya.
"Ibu kandung korban masih hidup, namanya Lisna. Dia saat pemakaman hadir, artinya simpang siur bahwa ibu kandungnya sudah meninggal itu tidak benar," tegas Mira.
Kisah di balik kemunculan Lisna menyimpan kepiluan panjang. Sejak bercerai dengan ayah kandung Nizam saat sang anak berusia 7 tahun, Lisna harus merelakan putranya dibawa oleh mantan suaminya, Anwar Satibi, untuk menempuh pendidikan pesantren di kampung halaman ayahnya. Namun sejak saat itu, hubungan keduanya seolah diputus paksa.
Berdasarkan pengakuan Lisna, sang ayah diduga memblokir seluruh akses komunikasi dan memberikan pernyataan yang menyakitkan kepada Nizam kecil. "Menurut pengakuan Ibu Lisna, bapaknya menyatakan kepada anak ini bahwa bundanya sudah tidak ada, sudah meninggal. Padahal anak ini sangat ingin pindah ke rumah ibunya," ungkap Mira.
Akibat keterbatasan ekonomi, Lisna saat itu tidak mampu berbuat banyak untuk merebut kembali hak asuh anaknya, meski sebelumnya mereka sepakat menaruh anak di pesantren agar lokasinya netral untuk dijenguk kedua belah pihak.
Lisna baru dikabari oleh mantan suaminya saat Nizam sudah dalam kondisi kritis di ruang ICU dengan informasi bahwa sang anak menderita sakit paru-paru. "Ibu langsung datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi Nizam. Karena perjalanan cukup jauh, beliau tidak sempat melihat Nizam dalam keadaan hidup. Saat sampai di rumah sakit, jenazah Nizam sudah dipindahkan untuk autopsi," cerita Mira dengan nada getir.
Lisna juga mengungkap keprihatinan karena ia tidak pernah mendapatkan informasi terbaru tentang anaknya, termasuk saat Nizam mengalami penganiaya'an fisik untuk pertama kali. "Sama sekali tidak diinformasikan ketika terjadi penganiaya'an pertama," ucap Mira.
"Ibu Lisna sebagai ibu kandung tidak menerima kondisi ini. Apalagi saat mau meninggal, korban menyebut bahwa yang melakukan ibu tiri. Logikanya kalau mau meninggal tidak akan mampu untuk mengarang cerita," tegas Mira.
Himbauan dari media insan pers informasi publik (RS) mengenai tentang perceraian.. ?
Memang betul perceraian itu hukumnya halal, tetapi perceraian itu sangat-sangat dibenci allah/sang Pencipta Tuhan yang maha Esa, dari kejadian ini kita ambil contoh/motivasi hati-hati mengambil keputusan dalam rumah tangga/keluarga kecil kita, karena perceraian itu tekanan paling berat untuk anak-anak.
Tags:
Anak kandung sendiri saja bisa ambruk.
Apalagi anak tiri.
Itu kesalahan kedua orang tuanya
Camkan baik-baik..?
Jurnalis (Rabudin saleh)



Social Header