Kuta-cane. informasipublik.co.id Transparansi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP 3 Negeri Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), kini tengah menjadi sorotan.
Pasalnya, anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah tersebut dinilai tidak memberikan dampak nyata terhadap perkembangan fisik maupun fasilitas di sekolah tersebut.
Berdasarkan pantauan tim media Informasi Publik saat melakukan fungsi kontrol sosial di sekolah yang berlokasi di Desa Simpang Semadam tersebut pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, kondisi sekolah tampak memprihatinkan dan tidak mencerminkan penggunaan anggaran yang optimal.
Kepala Sekolah Jarang Berada di Tempat
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media menemui jalan buntu. Saat menyambangi sekolah, Kepala Sekolah (Kepsek) tidak berada di tempat. Dua orang guru yang dikonfirmasi pun mengaku tidak menjumpai keberadaan pimpinan mereka.
Kondisi ini diperparah dengan keterangan dari warga sekitar. Masyarakat setempat mengaku bahkan tidak mengenali sosok Kepala Sekolah yang menjabat saat ini.
"Kami dari dulu tidak mengenali siapa Kepala Sekolahnya," ujar salah seorang warga Simpang Semadam kepada media Publik.
Desakan Peningkatan Pengawasan
Ketidakhadiran Kepsek secara rutin dan minimnya dampak pembangunan di sekolah memicu kekhawatiran terkait masa depan pendidikan siswa. Masyarakat berharap pihak terkait, khususnya Dinas Pendidikan dan kebudayaan setempat, untuk meningkatkan pengawasan.
"Kami meminta agar pengawasan diperketat demi menyelamatkan murid-murid dari ketertinggalan pendidikan. Kepala Sekolah juga seharusnya lebih bermasyarakat dan terbuka dalam memimpin institusi pendidikan," tegas perwakilan tim media di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun Kepala Sekolah SMP 3 Lawe Sigala-gala belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan penyimpangan dana BOS tersebut.
Penulis: Ramadan



Social Header