Indragiri Hulu - informasipublik.co.d Beberapa pekan lalu warga Desa Simalinang Tebing dihebohkan dengan ratusan ikan di sungai mati tiba-tiba. Hal tersebut yang diduga disebabkan oleh mengalir nya cairan limbah dari Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) PT Rigunas Agri Utama (RAU) di Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri hulu Provinsi Riau.
Dalam keterangan warga sekitar, kejadian yang serupa sudah terjadi beberapa kali, namun sebelumnya tidak ada penangan serius yang dilakukan oleh instansi yang berwenang. Bahkan saat saya informasikan ke pihak perusahaan, humas perusahaan mengatakan ikan-ikan tersebut mati karena masyarakat yang meracun.
"Kejadian ikan mati ini bukannya kali ini saja, sudah berulang-ulang, 4 atau 5 kali. Namun saat ada kejadian itu, saya sampaikan ke pihak perusahaan, mereka low respon, bahkan mengatakan ikan-ikan mati tersebut masyarakat yang meracun," ungkap Acong selaku Ketua Pemuda Desa Semelinang Tebing.
Jadi mendapatkan respon dari perusahaan seperti itu, kami perbaiki aja nilai silaturahmi kami dengan perusahaan PT Rigunas Agri Utama tersebut.
Kemarin ditambahkannya, saya mendapatkan aduan dari masyarakat lagi, bahwa adanya indikasi keracunan ikan di Sungai, saat itu 21 November 2025, saya langsung ke lokasi kejadian. Dari lokasi saya menghubungi pihak perusahaan agar mereka bisa kelokasi biar jelas masalah ini, agar jangan menuding masyarakat lagi yang meracun ikan-ikan tersebut.
Lalu kejadian ikan mati kali ini, diterbitkan pemberitaan nya oleh beberapa media online, dan akhirnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turun ke lokasi mengambil sampel air untuk diuji labor tentang baku mutu air.
"Saat itu kami mendapatkan informasi bahwa menunggu hasil Lab yang dilakukan DLH Inhu selama dua Minggu kedepan," ucap Acong.
Namun saat ini, sudah terhitung lima belas hari sejak DLH Inhu mengambil sampel air tersebut, masyarakat masih bertanya-tanya, dan belum mendapatkan informasi selanjutnya, apa hasil dari uji Labor DLH tersebut.
Sementara, untuk mengetahui kelanjutan terkait hasil laboratorium uji baku mutu air yang dilakukan oeh DLH Kabupaten Indragiri hulu itu, awak media melakukan upaya konfirmasi ke DLH Inhu melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencemaran lingkungan Bakri, ST, dengan pesan singkat WhatsApp melalui selulernya di nomor +62 852-1886-16XX. Bakri mengatakan bahwa hasil uji Lab tersebut masih menunggu satu minggu lagi ke depan.
"Setelah kita berkomunikasi dengan UPT laboratorium Pu Provinsi, hasil analisa akan selesai paling lambat Minggu depan pak," jelas Bakri dengan singkat, Rabu (10/12/2025).
Masyarakat sekitar sangat berharap, kejadian ikan-ikan mati kali ini mendapatkan keterangan yang jelas dari DLH Inhu, bukan sekedar menghibur hati masyarakat sesaat. Apakah disebabkan oleh limbah PKS PT Rigunas Agri Utama yang diduga dialirkan ke sungai itu, atau fenomena alam, tiba-tiba ikan-ikan itu bisa mati sendirinya.
(tim/....)



Social Header