Aceh Tenggara, informasipublik.Co.Id. 12:30 WIB, 29 Desember 2025. Ketepatan di interogasi oleh awak media insan pers informasi publik.
Harapan Maulida Jadi Polwan Pupus Setelah Kehilangan Kedua Orang Tua dan Dua Adik nya korban meninggal dunia 4 pekan yang lalu.
Maulida, Korban selamat dari banjir bandang.
Cita - cita Maulida menjadi polwan pupus setelah kehilangan 4 anggota keluarganya sekaligus akibat rumahnya diterjang banjir bandang pada 26 November 2025 sekitaran 4 pekan yanglalu.
Maulida kehilangan kedua orang tuanya berserta kedua adiknya yang masih berumur 3 dan 10 tahun ketika banjir bandang menerjang Pondok Pesantren Badrul Ulum desa Lawe Penanggalan Kecamatan Ketambe Aceh Tenggara ( Agara)
Maulida, 15 tahun, yang masih duduk di kelas 1 SMA dan nyantri di pondok pesantren Badrul ulum bersama abang kandungnya Faisal selamat dalam musibah banjir bandang.
Meski ia dan abangnya selamat, namun kedua orang tuanya dan adiknya ditemukan meninggal dunia, bahkan satu orang adiknya bernama Abizar berusia 3 tahun hingga saat ini belum ditemukan.
Maulida dan Faisal tak kuasa menahan tangis ketika awak media menyambangi rumah pamannya sebagai tempat ia mengungsi sementara, Minggu 28 Desember 2025.
Dengan sedikit terbata dan berdiam sejenak, Maulida menceritakan kronologi saat terjadinya banjir bandang yang menerjang rumahnya yang berjarak hanya 25 meter dari Pondok Pesantren Badrul Ulum Desa Lawe Penanggalan kecamatan ketambe.
Tangis Maulida tak terbendung ketika mengenang kedua orang tuanya dengan harapan angan-angan ingin menjadi Polwan putus seketika lantaran tempat ia bersandar menghadapi sang Illahi dalam sekejap mata.
Maulia berharap ada uluran tangan maupun dari pemerintah provinsi kabupaten/pemerintah desa, agar bisa melanjutkan sekolah dan bahkan mimpinya menjadi Polwan bisa terwujud.
Maulida:?
" Saya berharap ada uluran tangan dari pemerintah untuk melanjutkan sekolah saya, jika memungkinkan cita-cita saya menjadi polwan bisa terwujud", harap Maulida.
Sudah satu bulan lamanya Maulida bersama abangnya Faisal hidup menumpang tinggal di rumah Pakciknya ( Saudara ayah kandungnya) di Desa Lawe Penanggalan .
Ia juga masih berharap bantuan dari pihak terkait atau pemerintah untuk bisa melanjutkan pendidikanya bahkan bisa menggapai cita-citanya.
Sementara kondisi rumahnya yang ia tempati bersama kedua orang tuanya saat ini habis rata dengan tanah dan hanya tersisa puing-puing bangunan serta tumpukan material dan kayu.
Kini Maulida menjadi seorang Yatim piatu dan tak tahu harus bagaimana melanjutkan kehidupan dalam menghadapi masa depan tanpa Ayah dan Ibu dan bahkan saudara.
Satu himbauan dari media insan pers informasi publik (Rabudin saleh) mari kita Sama-sama ulurkan tangan sembari santunan bantuan untuk anak yatim piatu, Mudah-mudahan keinginan maulida bisa terwujud dengan dukungan/bantuan: Pemda (Agara)
Pemerintah pusat/Provinsi/Pemerintah kute/desa,semoga niat baik kita dapat menyelamatkan kita dihari kemudian.
Jurnalis (Rabudin saleh)



Social Header