Perawang — informasipublik.co.id Ketua Ikatan Keluarga Cerenti (IKC) Perawang, Jefri Armadi, secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana relokasi warga dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) ke Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti. Penolakan tersebut disampaikan karena dinilai berpotensi menimbulkan persoalan sosial, konflik agraria, serta tekanan baru terhadap masyarakat lokal.
Menurut Jefri Armadi, relokasi bukanlah solusi yang tepat jika tidak didahului dengan kajian mendalam dan pelibatan masyarakat setempat. Ia menilai Desa Pesikaian memiliki keterbatasan ruang dan sumber daya, sehingga dikhawatirkan akan memicu gesekan sosial antara warga lama dan pendatang.
“Kami menolak relokasi warga TNTN ke Desa Pesikaian karena desa tersebut sudah memiliki struktur sosial dan keterbatasan lahan. Jika relokasi dipaksakan tanpa perencanaan matang, ini justru akan menimbulkan masalah baru,” tegas Jefri Armadi.
Ia menambahkan, kebijakan relokasi seharusnya mengedepankan prinsip keadilan, keberlanjutan lingkungan, serta perlindungan hak-hak masyarakat lokal. Pemerintah diminta untuk tidak mengambil keputusan secara sepihak dan harus membuka ruang dialog dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Pemerintah harus duduk bersama masyarakat, tokoh adat, dan organisasi kemasyarakatan. Jangan sampai kebijakan ini justru memperlebar konflik dan merugikan semua pihak,” lanjutnya.
IKC Perawang, kata Jefri, mendukung upaya penataan kawasan TNTN dan pelestarian lingkungan, namun menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan harus berbasis solusi jangka panjang dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Sebagai penutup, IKC Perawang meminta pemerintah daerah dan pusat untuk meninjau ulang rencana relokasi tersebut serta mencari alternatif lain yang lebih manusiawi, adil, dan berkelanjutan. (Red)



Social Header