Breaking News

Gubernur Aceh Mualem Sentil Bupati Cengeng, Kapolda Marzuki Masuk ‘Kota Mati’ di Tamiang

Banda Aceh, informasipublik.co.id  Gubernur Aceh Mualem Sentil Bupati Cengeng, Kapolda Marzuki Masuk ‘Kota Mati’ di Tamiang

LOKASI BANJIR ACEH - Gubernur Aceh Mualem kritik keras bupati cengeng, sementara Ayahnya menangis hadapi banjir bandang. 

Ringkasan Berita:

Gubernur Aceh Mualem tegas jangan cengeng jadi bupati, mundur saja kalau tak sanggup.

Bupati Aceh Utara frustasi, hanya ada beras, bantuan minim.

1,45 juta jiwa terdampak, 249 tewas, 227 hilang dalam bencana di Sumatera

Kapolda Aceh sebut Tamiang – seperti masuk kota mati/kota zombi, komunikasi lumpuh total.

Banjir terbesar dekade ini, di mana 77 ribu rumah rusak, 152 jembatan putus, sawah hancur

 Gubernur Aceh H. Muzakkir Manaf atau Mualem melontarkan kritik keras kepada sejumlah kepala daerah yang mengaku tak sanggup menangani banjir bandang yang melanda Aceh sejak akhir November 2025.


“ Gubernur.Ya jangan cengeng lah orangnya jadi bupati, itu saja udah mengundurkan diri, jangan lemah kita harus pro'aktif membantu masyarakat jangan lari dari tanggung jawab, jangan ambil alasan tidak tau,” ujar Mualem saat diwawancarai ungkapnya. 


Ia menegaskan para bupati dan wali kota harus tetap di lapangan, mengoordinasikan penanganan bencana, dan tidak menyerah di tengah kondisi yang sangat berat.


“Saya menginstruksikan kepada seluruh bupati dan walikota di Aceh yang cengeng mundur saja, ganti yang lain apa salahnya,” tambahnya tegas (mualim) 


Mualem terbang ke wilayah Aceh Timur dan Aceh Tamiang untuk mengirim bantuan beras, air minum, dan bahan pokok. Menurutnya, banyak kabupaten rusak parah: Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Takengon, hingga Bener Meriah dan aceh Tenggara. 


“Kita terus mengirim sembako dulu untuk keperluan mendesak… pemerintah provinsi sudah bekerja maksimal saat ini,” ujarnya.


Provinsi Aceh disebut membutuhkan dana sangat besar untuk rehabilitasi.


“Yang saya tau kita membutuhkan banyak uang untuk rehabilitasi, terutama rumah warga lebih kurang saat ini 20 ribu lebih rusak kita harus bangun kembali,” kata Mualem.


Ayahwa Menangis: Marilah, Saya Sudah Kerahkan Semua Uang Daerah


Di sisi lain, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau Ayahwa menyampaikan rasa frustrasinya karena akses bantuan yang masih minim meski banjir sudah berlangsung tiga pekan yang lalu. 


“Saya sudah minta helikopter, sampai sekarang belum ada. Baru katanya rencana hari ini, entah jadi entah tidak,” ucapnya sambil menangis dalam rapat evaluasi banjir


Ia mengatakan hanya ada beras dari Bulog dan sedikit bantuan dari beberapa perusahaan.


“Kami hanya ada beras, saya paham masyarakat kesal, marah, kecewa. Makilah… saya sudah berbuat sekuat tenaga saya,” tuturnya.


Aceh Utara merupakan wilayah terluas terdampak banjir: 852 desa terendam, 215.067 jiwa terdampak, 200 ribu lebih mengungsi, dan 123 orang meninggal hingga 3 Desember 2025 malam.


Mendagri Jelaskan: Bukan Menyerah Total

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membantah bahwa para bupati menyerah sepenuhnya.

“Bukan menyerah total, bukan. Mereka tetap bekerja semampu mereka tapi ada yang menyerah/tidak mampu meratapi musibah yang telah usai. 


Jurnalis (Rabudin saleh)

© Copyright 2022 - informasipublik.co.id