Banda-Aceh. informaspublik.co.id Aliansi Pemuda Peduli Bencana (APPB) menyampaikan aspirasi sekaligus apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas langkah cepat pemerintah pusat dalam menangani bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.
Penyampaian aspirasi tersebut dilakukan melalui aksi damai yang berlangsung di kawasan Tugu Simpang Lima, Kota Banda Aceh, pada Kamis (19/12/2025) sekitar pukul 16.30 WIB.
APPB merupakan aliansi yang terdiri dari unsur pemuda dan mahasiswa asal Banda Aceh dan Aceh Besar. Aksi ini diikuti sekitar 25 peserta dan dipimpin oleh Sabarudin, mahasiswa asal Kabupaten Gayo Lues, yang bertindak sebagai koordinator lapangan sekaligus juru bicara.
Dalam pernyataan sikapnya, APPB menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Pemerintah Republik Indonesia dalam mempercepat penanganan darurat, pemulihan, serta pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.
“Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah pusat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Ini menjadi fondasi penting untuk membangun kembali Aceh yang lebih tangguh, aman, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Sabarudin.
APPB juga menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Aceh untuk meninjau langsung kondisi masyarakat pascabencana. Menurut mereka, kehadiran Presiden tidak hanya memberikan dukungan moral bagi warga terdampak, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan proses penanganan hingga rekonstruksi berjalan cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
“Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, kami meyakini pemulihan pascabencana di Aceh dapat berjalan secara optimal,” lanjutnya.
APPB menegaskan dukungan tersebut merupakan bentuk kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai responsif serta berpihak kepada kepentingan rakyat. Mereka optimistis Aceh akan bangkit menjadi daerah yang lebih kuat, berdaya saing, dan sejahtera, sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI.
Setelah penyampaian pernyataan sikap, aksi damai ditutup dengan arak-arakan mengelilingi kawasan Tugu Simpang Lima. Para peserta mengibarkan bendera Merah Putih serta membawa sejumlah poster berisi pesan dukungan dan solidaritas bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
Penulis: Ramadan



Social Header