Aceh Tenggara, informasipublik.co.id – Komponen masyarakat Aceh Tenggara mendesak pihak rekanan untuk segera dan serius menyelesaikan pembangunan jembatan rangka baja Mbarung-Kedataran.
Desakan ini muncul mengingat lambatnya progres kemajuan pekerjaan jembatan rangka baja Mbarung-Kedataran. Proyek yang menghubungkan Kecamatan Babussalam dengan beberapa kecamatan di wilayah seberang ini telah dimulai sejak Agustus, namun perkembangannya masih jauh dari harapan.
Padahal, batas waktu penyelesaian proyek Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2025 senilai Rp7,8 miliar ini hanya tersisa kurang dari 40 hari lagi, dengan tenggat waktu pada akhir Desember 2025.
Selain lambatnya progres, masyarakat yang melintasi lokasi proyek di Desa Mbarung juga menyampaikan keluhan serius terkait kondisi darurat di area jembatan.
“Masyarakat yang melintas di Desa Mbarung merasa terganggu dan khawatir. Area yang dilewati menjadi licin saat hujan turun, mengakibatkan banyak pengendara sepeda motor kehilangan kendali dan berjatuhan, bahkan nyaris terjatuh. Hal ini merupakan risiko keselamatan yang mendesak,” ujar perwakilan warga.
Warga Desa Batu Mbulan dan sekitarnya meminta perhatian segera dari pihak-pihak terkait untuk memperbaiki dan menjamin kelayakan jalan yang dilalui masyarakat selama proses konstruksi.
Lambatnya penyelesaian proyek yang dikerjakan oleh CV Karya Abadi dan diawasi oleh Konsultan Pengawas CV Karya Rahmah Perkasa ini jelas berdampak langsung pada mobilitas warga di Babussalam, Lawe Alas, dan Darul Hasanah.
Jembatan rangka baja Mbarung merupakan sarana yang sangat vital karena berfungsi sebagai penghubung utama bagi warga Babussalam menuju sentra perkebunan dan objek wisata di Darul Hasanah serta Kecamatan Lawe Alas.
Pegiat masyarakat di Agara, Jupri Yadi, menegaskan bahwa rekanan harus peka dan tanggap terhadap percepatan proyek ini, mengingat jembatan adalah kebutuhan dasar warga di tiga kecamatan tersebut.
“Gunakan alat yang memadai. Jangan sampai seperti pada awal pengerjaan, di mana pembangunan pondasi terasa lamban karena kapasitas alat pengeruk dan pembuat pondasi yang kurang optimal,” sindir Jupri Yadi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek pembangunan jembatan ruas Mbarung-Kedataran DOKA 2025, Sujarno, membenarkan bahwa per Senin (24/11), progres pembangunan jembatan baru mencapai 30 persen.
“Kami belum bisa memastikan apakah jembatan Mbarung ini dapat diselesaikan pada akhir Desember 2025. Jika tidak memungkinkan, kami akan melakukan CCO (Contract Change Order),” jelas Sujarno.
Terkait kualitas pekerjaan, Sujarno menegaskan tidak akan ada kompromi. Jika pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (bestek), pihaknya akan langsung memberikan teguran. Jarno juga menambahkan bahwa dirinya telah berulang kali menegur dan menyurati pihak rekanan untuk mempercepat penyelesaian proyek senilai Rp7,8 miliar tersebut.
Penulis: RMDN



Social Header