Breaking News

Pemkab Aceh Tenggara Tetapkan Status Siaga Banjir, Sekda Tinjau Lokasi Terdampak

Kuta-cane. informasipublik.co.id    Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menetapkan status siaga banjir setelah hujan berintensitas tinggi memicu luapan air di sejumlah kecamatan. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi pada Kamis (27/11/2025).


Sekretaris Daerah Aceh Tenggara, Yusrizal, yang memimpin rapat atas arahan Bupati HM Salim Fakhry, memimpin langsung pembahasan penanganan darurat bersama unsur Forkopimda, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, serta para camat.


Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, melaporkan bahwa empat kecamatan menjadi wilayah terdampak utama, yakni Lawe Alas, Babussalam, Darul Hasanah, dan Ketambe.


Di Kecamatan Lawe Sigala-gala, Jembatan Salim Pipit putus total sehingga akses menuju wilayah Leuser terputus. Lima desa ikut terdampak banjir.

Sementara itu, satu desa terpaksa mengungsi ke sebuah gedung sekolah setelah permukiman mereka terendam banjir hingga mencapai ketinggian lima meter.


Kepala Dinas PUPR Aceh Tenggara, Sadli Desky, menyampaikan bahwa sedikitnya empat jembatan rangka baja mengalami kerusakan berat.


“Empat jembatan vital mengalami putus total, yaitu Jembatan Pante Dona, Mbarung, Natam, dan Salim Pipit. Kerusakan didominasi abrasi kuat dan dorongan arus yang tidak surut selama tiga hari,” jelasnya.


Ia menambahkan bahwa beberapa jembatan mengalami kerusakan pada lantai baja, pondasi oprit, hingga tiang penyangga yang tergerus.

Untuk penanganan awal, PUPR memprioritaskan pembukaan jalur darurat.


“Di Pante Dona, kami sedang menghitung kemungkinan pembangunan jalan darurat. Namun, pengerjaan sangat bergantung pada kondisi cuaca,” ujar Sadli.

Selain itu, tim teknis turut dikerahkan untuk memetakan ulang titik rawan dan menilai stabilitas struktur jembatan yang masih berdiri.


Usai rapat, Sekda meninjau langsung lokasi banjir di Lawe Alas, Babussalam, dan Darul Hasanah. Ia menegaskan bahwa respons pemerintah tidak boleh lambat menghadapi situasi darurat.


“Bupati berpesan agar seluruh jajaran bergerak cepat. Warga sangat membutuhkan kehadiran pemerintah. Setiap laporan dari kecamatan harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sekda juga mengimbau masyarakat agar segera mengungsi ketika debit air meningkat, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai.

“Jangan menunggu air naik. Lebih baik mengungsi lebih awal ke titik yang sudah disiapkan,” pesannya.

Pemkab Aceh Tenggara menetapkan Posko Utama BPBD sebagai pusat informasi satu pintu. Posko kesehatan, posko Dinas Sosial (Tagana/TKSK), serta titik-titik pengungsian di kecamatan juga mulai diaktifkan.

BPBD mengerahkan dua alat berat dan menunggu laporan tambahan dari para camat untuk membuka akses jalan yang terputus.

Hingga kini, pemerintah mencatat tiga korban akibat banjir: dua meninggal dunia dan satu selamat.

Sekda menegaskan bahwa seluruh data terkait korban, kerusakan, dan kebutuhan warga harus disampaikan secara seragam.

“Satu informasi keluar, satu data masuk. Tidak boleh berbeda antar instansi,” tegasnya.

Pemkab juga sedang menyiapkan pembukaan akses darurat di titik-titik terputus, termasuk jalur alternatif melalui Jembatan Silayar, sembari menunggu perbaikan cuaca.


Penulis: Ramadan

© Copyright 2022 - informasipublik.co.id