Kuta Cane, InformasiPublik.co.id – Pelaksanaan wisuda Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane tahun 2025 menjadi sorotan setelah sebuah LSM menyampaikan adanya dugaan ketidakwajaran dalam penentuan biaya kegiatan.
Meski demikian, seluruh informasi yang berkembang masih bersifat klaim sepihak dan belum terbukti secara hukum.
Isu ini ramai dibahas warganet di sejumlah platform media sosial. Namun, yang disayangkan, tidak ada pihak yang terlebih dahulu mengonfirmasi langsung ke manajemen UGL terkait biaya tersebut.
Pihak LSM mengaku menerima laporan masyarakat mengenai perlunya transparansi biaya wisuda. Mereka berharap Aparat Penegak Hukum (APH) di Aceh Tenggara dapat menelaah persoalan ini agar tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih jauh.
Dugaan tersebut mengarah pada biaya per mahasiswa dan total peserta wisuda yang dinilai tidak wajar. LSM menyebut total perhitungan mereka mencapai angka yang digambarkan sebagai puluhan juta rupiah.
Menanggapi hal tersebut, Direktur UGL menegaskan bahwa pelaksanaan wisuda dilakukan secara terbuka di luar ruangan, dengan perencanaan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan.
“Kita juga menghadirkan APH untuk mengamankan jalannya wisuda resmi. Ini agar masyarakat melihat bahwa kegiatan berjalan transparan dan tidak menimbulkan kebingungan,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Ia menambahkan bahwa isu yang beredar bukanlah tuduhan pasti, melainkan masukan agar kampus tetap menjalankan kegiatan sesuai aturan.
Sementara itu, salah satu pengurus UGL, Indera Utama, membantah keras adanya praktik mark up sebagaimana disampaikan LSM. Ia menjelaskan bahwa seluruh biaya kegiatan sudah ditata oleh bidang terkait dan disusun berdasarkan kebutuhan pelaksanaan wisuda.
Indera juga menyebut bahwa sebagian informasi yang beredar tidak sesuai dengan mekanisme internal kampus.
Namun, ia mengakui bahwa pihak UGL belum membeberkan secara rinci besaran penggunaan dana yang dipersoalkan, sehingga masyarakat masih menunggu penjelasan resmi yang lebih lengkap.
“Terkait kegiatan Sabtu (8/11), semuanya berjalan sesuai rencana tanpa kendala. Tapi saya heran, kenapa ada pihak yang menulis tudingan tanpa pernah melakukan konfirmasi kepada UGL,” tegasnya.
Penulis: Ramadan



Social Header