Kuta-cane. informasipublik.co.id Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menggelar Kontes Kakao “Aceh Tenggara Hebat” di Lapangan Pemuda, Desa Gumpang Jaya, Kecamatan Babussalam, Minggu (26/10/2025).
Kegiatan yang diprakarsai oleh Kodim 0108/Aceh Tenggara bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara ini diikuti oleh 203 petani dari 16 kecamatan.
Kontes tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kualitas kakao lokal sekaligus memperkuat peran petani dalam menjaga ketahanan pangan dan daya saing komoditas daerah.
Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi, khususnya para petani kakao.
Ia menegaskan, kakao merupakan salah satu urat nadi perekonomian daerah yang perlu terus dikembangkan dengan dukungan semua pihak.
“Kehadiran bapak-ibu di sini adalah bukti nyata semangat kita memajukan komoditas kakao. Kesuksesan pembangunan pertanian tidak lepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Bupati Salim Fakhry.
Bupati juga memberikan apresiasi khusus kepada Babinsa Kodim 0108/Aceh Tenggara yang selama ini aktif mendampingi para petani di lapangan, terutama dalam peningkatan mutu budidaya dan fermentasi biji kakao.
“Peran TNI dalam mendukung ketahanan pangan adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Mari kita jaga sinergi ini demi kesejahteraan masyarakat Aceh Tenggara,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung prestasi membanggakan kakao asal Tanah Alas yang telah diakui dunia melalui ajang internasional “Cacao of Excellence”, yang menyeleksi biji kakao terbaik dari berbagai negara.
“Kita patut berbangga karena kakao dari Aceh Tenggara sudah menorehkan prestasi di tingkat dunia. Kontes ini menjadi wadah untuk menjaga kualitas dari hulu sekaligus mendorong petani menerapkan praktik budidaya yang baik,” ujarnya.
Para peserta kontes dibagi dalam empat zona wilayah pertanian:
Zona 1: Ketambe, Deleng Pokhisen, Badar, Babussalam
Zona 2: Lawe Bulan, Lawe Ban, Lawe Sumur, Bambel, Bukit Tusam
Zona 3: Darul Hasanah, Lawe Alas, Tanoh Alas, Babul Rahmah
Zona 4: Babul Makmur, Leuser, Lawe Sigala-gala, Semadam
Berdasarkan hasil penilaian juri, Zona 2 Kecamatan Bambel keluar sebagai juara pertama, disusul Zona 3 Kecamatan Tanoh Alas di posisi kedua, Zona 2 Kecamatan Bukit Tusam di posisi ketiga, dan Zona 2 Kecamatan Lawe Sumur sebagai juara harapan satu.
Para pemenang menerima hadiah uang tunai, sertifikat, dan cendera mata, masing-masing:
Juara I: Rp1.500.000
Juara II: Rp1.000.000
Juara III: Rp750.000
Juara Harapan I: Rp500.000
Kepala Bidang Perbenihan, Produksi, dan Perlindungan Perkebunan Aceh, Fahrurrozi, menyampaikan bahwa kontes ini menjadi wadah bagi petani untuk menumbuhkan semangat dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas kakao.
“Produksi kakao Aceh saat ini mencapai 10.533 ton per tahun, dengan produktivitas rata-rata 905 kilogram per hektare dari 2.651 kepala keluarga petani. Kualitas biji menjadi kunci utama untuk daya saing nasional maupun internasional,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara yang melibatkan petani secara langsung melalui kegiatan kompetitif yang edukatif.
Acara ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Wakil Bupati Aceh Tenggara, Ketua MPU, Ketua MAA terpilih Kasri Selian, para asisten, staf ahli bupati, kepala OPD, camat, serta mitra pembangunan seperti Program Manager Swisscontact Cristina Rini, perwakilan LSM, dan sejumlah perusahaan perkebunan.
Sebagai tambahan, penilaian kontes mencakup kualitas fisik buah kakao seperti bentuk, ukuran, berat, warna kulit sesuai varietas, serta bebas cacat atau hama.
Selain itu, penilaian juga mencakup kualitas biji, seperti jumlah biji per buah, berat biji basah, kepadatan biji, dan kondisi bebas penyakit.
Penulis: Ramadan



Social Header