BANDA ACEH – informasipublik.co.id Transformasi digital di dunia pendidikan membawa dampak besar bagi Aceh. Generasi muda kini semakin akrab dengan platform daring, aplikasi belajar interaktif, hingga kecerdasan buatan (AI). Namun, di sisi lain, banyak guru di Aceh dinilai belum sepenuhnya siap beradaptasi dengan perubahan tersebut.
Anggota Komisi VI, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), M. Hatta Bulkaini Skd, menyoroti pentingnya peningkatan kualitas guru dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan kedepannya.
“Generasi muda Aceh sudah berada jauh di depan dalam memanfaatkan teknologi. Mereka terbiasa belajar lewat platform digital, bahkan menggunakan AI untuk membantu tugas sekolah. Sementara sebagian guru masih gagap teknologi. Kondisi ini tentu tidak boleh dibiarkan,” kata Hatta, Sabtu (13/9).
Menurutnya, kesenjangan literasi digital antara guru dan siswa bisa menghambat kualitas pendidikan di Aceh. Guru seharusnya mampu menjadi fasilitator utama, bukan justru tertinggal dari muridnya.
Hatta menekankan, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan harus menyusun program khusus peningkatan kapasitas guru di bidang teknologi.
“Pelatihan literasi digital harus jadi prioritas. Kalau guru tidak siap, maka pendidikan kita akan sulit bersaing. Padahal, anak-anak Aceh punya potensi besar di era digital ini,” tegasnya.
Ia juga menyinggung soal dana otonomi khusus (Otsus) yang semestinya bisa dimaksimalkan untuk program pendidikan berbasis teknologi.
Perubahan Gaya Belajar Generasi Muda Aceh Pasca Maraknya Platform Digital
Lima Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terpilih Ikuti Program iDegree di Korea Selatan.
Sekolah di Banda Aceh Mulai Terapkan Digitalisasi, Efektif atau Beban Baru?
“Jangan habiskan dana hanya untuk pembangunan fisik sekolah, tetapi abaikan peningkatan kompetensi guru. Itu sama saja jalan di tempat,” ujar Hatta.
“Sebagai anggota Banggar (Badan Anggaran) tentu saya akan memperhatikan betul seperti apa perencanaan Dinas Pendidikan Aceh terhadap peningkatan kualitas guru pada T.A 2026 nanti”, ujarnya.
Hatta melanjutkan, “Sebagai Gate Keeper dalam pengelolaan anggaran, saya akan pastikan semua arah kebijakan di dinas pendidikan Aceh berjalan sesuai dengan RPJMA dan Qanun Aceh”, sambungnya.
Hatta berharap ke depan pendidikan Aceh tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga menggabungkan pendekatan digital dan karakter berbasis syariat Islam.
“Kita ingin generasi Aceh bukan hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga kuat akhlak dan berdaya saing global, dan intelektual untuk bersaing kedepannya.
Satu pantauan dari media insan pers informasi publik (RS). Anggota DPRA dari partai nasdem H.M.Hatta Bulkaini sanggat antusias dalam memperjuangkan pendidikan di Aceh. Mari kita bersama sama mendukung program-program tersebut.
Jurnalis (RS)



Social Header